Rabu, 21 Januari 2015

BUKU TUNTUNAN SHALAT LENGKAP


TUNTUNAN SHOLAT (اَلصَّلاَةُ)

KATA PENGANTAR
بِسْمِ اَللهِ اْلزَّحْمنِ اْلزَّحِيْمِ
الحَمْدُلِلِه رَبّ ألْعَالَمَيْنَ. وَالصَّلَا
ةُ وَالسَّلَامُ عَلى سَيّدَ نَا مُحَمَّدٍ سَيّدِ الْمُر سَلِيْنَ وَعَلى الِه وَصَحْبِه اَجْمَعِيْنَ.
Alhamdulillah dengan rasa syukur kehadirat Allah SWT. Yang dengan rahmat dan inayah-nya. Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap ini telah selesai kami susun untuk dapat disebarluaskan di kalangan masyarakat umat Islam.
        Buku ini kami susun dengan maksud untuk dapat dijadikan pedoman bagi siswa supaya bisa lebih paham.
         Isi buku ini lengkap mencakup syarat rukun shalat, sehingga kiranya memudahkan bagaimana cara mereka melaksanakan shalat itu yang merupakan ibadah pokok kita kepada Allah SWT.
         Dengan menggunakan buku ini semoga kita dapat melaksanakan dan meningkatkan ibadah kita kepada Allah SWT.






1
 

Daftar isi
Pengantar Umum...........................................1
Bab 1
Islam...............................................................2
Huku islam.......................................................2
Rukun islam......................................................3
Bab II
Berwudhu........................................................4
Fardhu wudhu.................................................4
Syarat wudhu...................................................4
Sunnah wudhu.................................................5
Cara wudhu.....................................................5
Mandi..............................................................6
Mandi sunnat.................................................7

BabIII
Hal-hal yang di lakukan sebelum shalat.......10
Bab IV
Arti shalat....................................................13
Rukun shalat.................................................13
Peragaan shalat................................16
Bab V
Shalat jenazah....................................18
Shalat ghaib.........................................19
Bab VI
Shalat sunnah rawatib.........................20
Shalat sunnah dhuha..............................21
Shalat  sunnah tahiyatul masjid..............23
Shalat  sunnah tahajjud..........................24
Shalat sunnah istiharah..........................24
Shalat sunnah Mutlaq............................24
Shalat sunnah hajat................................24







ISLAM
1.      HUKUM-HUKUM ISLAM
Hukum islam yang biasa huga disebut hukum syara’
 terbagi menjadi lima           :
a.      Wajib; yaitu suatu perkara yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan mendapaat dosa
Wajib ata fardhu itu di bagi menjadin dua bagian      :
1.      Wajib ‘ain : yaitu meski  dierjakan oleh setiap orang yang  mukallaf sendiri seperti , shalat yantg lima waktu ,puasa ramadhan,dll.
2.      Wajib kifayah: yaitu suatu kewajiban yang telah dianggap cukup apabila telah dikerjakan oleh sebagian dari orang mukallaf, dan berdosa seluruhnya jika tidak ada seorangpun dari orangmukallaf yang mengerjakan. Misalnya : merawat jenazah ,mensholati, dan menguburkannya.
Sunnat atau mandub : adalah suatu amalan yang apabila dikerjakan mendapat pahala  dan apabila ditinggalkan tida berdosa . misalnya : salat rawatib, salat tarawi, salat id dan sebagainya.

Ø  Sunah dibagi menjadi dua bagian:
a.      Sunnat muakkad : adalah amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Seperti salat tarawih ,salat dua hari raya,karena rasulullah senantiasa mengerjakannya.
b.      Sunaah Ghairu muakkad : adalah amalan sunnah biasa.
3.       HARAM : adalah sesuatu amalan yang apabila  dikerjakan mendapat  dosa dan apabila ditinggalkan mendapat pahala misalnya berjudi, minuman keras, mencuri, berzina,mendurhakai orangtua dan sebagainya.
4.      MAKRUH: adalah sesuatu amalan yang apabila dikerjakan tidak berdosa, dan apabila ditinggalkan mendapat pahala. Misalnya  merokok, makan petai,brambang mentah dan sebagainya.
5.      MUBAH ; adalah sesuatu amalan yang apabila dikerjakan tidak berdosa,dan jika ditinggalkan juga tidak pahala jadi boleh saja dikerjakan atau ditinggalkan . misalnya tidur, makan minum, dan sebagainya.

2
 

3. Syarat dan Rukun
A .  Syaratnya
Syarat adalah  suatu amalan yang harus dipenuhi  sebelum mengerjakan seSuatu yang menjadikan penyebab sahnya pekerjaan misalnya wudhu merupakan syarat sahnya salat , pakaian yang suci dan lain sebagainya.
B . Rukun
Rukun adalah suatu amalan yang harus di penuhi dalam suatu pekerjaan  menjadikan penyebab sahnya pekerjaan misalnya membaca surat al fatihah dalam mengerjakan salat syah
C . Syah
Syah artinya telah terpenuhinya syarat serta rukunnya dengan betul
D . batal
Batal artinya kurang terpenuhinya syarat serta rukunnya atau belum  cukup syarat  dan rukunnya.
B .RUKUN ISLAM
Rukun islam terbagi menjadi lima amalan :
1.  Mengucapkan dua kalimat syahadat artinya mengakui tidak ada tuhan yang   patut disembah kecuali allah swt dan mengakui bahwa nabi muhammad adalah utusan allah  swt
2.   Mengerjakan salat lima waktu sehari semalam
3.  Memberi zakat
4.      Bepuasa  pada bulan ramadhan
5.      Menjalankan ibadah haji bagi yang sudah mampu

1.       Dua kalimat syahadat

3
Membaca Dua Kalimat Syahadat Adalah Membaca  Dua Kalimat Pengakuan Yang Harus  Diucapkan dengan lisan dan membenarkan dalam hati tentang adanya allah yang maha esa serta membenarkan sesunguhnya nabi muhammad adalah utusan –nya.
Lafads dua kalimat syahadat itu ialah ;
اَشْهَدُ اَنْ لآاِله اِلَّا اللهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدُاً رَسُوْ لُ اللهُ
Artinya :
“ aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang patut disembah melainkan hanya allah dan aku bersaksi bahwa nabi muhammad saw adalah utusan allah.
BAB II
Thaharah(bersuci)
BERWUDHU
1 . PENGERTIAN WUDHU
Menuurut bahasa wudhu artinya: bersih dan indah sedangkan menurut syara artinya membasuh atau membersihkan anggota badan tertentu dengan air serta dilakukan dengn cara tertentu pula untuk menghilangkan hadast kecil .semua itu merupakan syarat sahnya menjalankan salat oleh sebab itu berwudhu dengan baikdan benar sangatlah dianjurkan
2. Fardu wudhu
Fardhunya wudhu ada 6 perkara :
1.       niat ketika hendak wudhu
Adapun lafadz niatnya 6  wudhu adalah:
نَوَ يْثُ اْلوُ ضُوْءَلِرَفْعِ اْحَدَ ثِ اْلَاصْغَرِ فَرْ ضًالِلهِ تَعَا لَ
2.       membasuh muka( Mulai dari tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu dan dari telinga kanan hingga telinga kiri)
3.      membasuh kedua tangan sampain siku-siku
4.      mengusap sebagian rambut kepala
5.      membasuh kedua kaki sampai mata kaki
6.       tertib(berturut-turut) artinya mendahulukan mana yang harus didahulukan dan mengakhirkan yang akhir.
2.     

4
Syarat-syarat wudhu
a.      Orang islam
b.      Tamyiz yakni orang dapat membedakan baik dan buruknya suatu pekerjaan
c.       Tidak berhadast besar
d.      Menggunakan air yang suci lagi mensucikan
e.      Tanpa ada sesuatu yang menghalangi air mengenai kulit anggota wudhu misalnya cat,getah dll
f.        Mengetahui mana yang wajib dan mana yang sunnat
3.         sunnah –sunnah wudhu
a.      Membaca basmalah di permulaan wudhu
b.      Membasuh kedua telapak tangan
c.       Berkumur-kumur
d.      Menghirup air kedalam hidung
e.      Mengusap seluruh kepala dengan air
f.        Mendahulukan yang kanan dari yang kiri
g.      Mengusap dua telinga bagian luar dan dalam
h.      Membasuh anggota wudhu sebanyak 3kali basuhan
i.        Menyela-nyela antaraa jari-jari tangan dan jari kaki
j.        Membasuh jenggot
k.      Membaca doa sesudah wudhu
5. yang membatalkan wudhu
1. Keluarnya sesuatu dari qubul dan dubur
2. Hilang akal sebab pingsan gila atau mabuk tidur nyenyak
3 . Persentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan  muhrimnya tanpa pemisah dan penutup
4 .Tersentuh kemaluan (qubul dan dubur)dengan telapak tangan yang tanpa                                                                   pemisah ataututup walaupun kemaluannya sendiri
5 .Tertidur yang kedudukannya tidak tetep di tempat
Ø Cara berwudhu
a .Membaca basmalah (bismillahirrahmaanirrahiim) sambil mencuci kedua telapak tangan sampai pergrlanagan hingga bersih

5
b .Lalu berkumur-kumur kedalam  tiga kali membersihkan mulut dan gigi
c .Kemudian membersihkan lubang hidung  dengan cara menghirup air ke dalam hidung kemudian dikeliuarkan kembali sampai tiga kali
d .Kemudian membasuh muka tiga kali sambil membaca niat wudhu
e .Kemudian membasuh kedua belah tangan hingga kedua siku –siku masing –masing sampai tiga kali yang dimulai dari tangan kanan lebih dahulu
f .Kemudian mengusap sebagian rambut kepala tiga kali
g .Kemudian mengusap telinga bagian luar dan dalam sebanyak tiga kali secara   bersamaan
h .Kemudian membasuh kedua belah kaki hingga mata kaki masing-masing sampai tiga kali yang dimulai dari kaki kanan lebih dahulu
Doa Sesudah Wudlu
Setelah berwudlu di sunnahkan membaca do’a dengan menghadap ke kiblat serta mengangkat kedua belah tangan.
Lafadz do’a setelah berwudlu
اَشْهَدُ اَنْ لآاِلهَ اِلاَّ للهُ وَحْدَهُ لَاشَرِشيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَ سُوْ لَهُ،اَلَّلهُمَّ جْعَلْنِىْ نْ التَّوَّا بِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِن لْمُتَطَهِّر يْنَ وَجْعَلْنِى مِنْ عِباَ دِ كَ الصَّالِحِيْن مِ
Artinya:
“ aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain allah yang patut disembah melainkan allah dan tidak ada yang menyekutukannya baginya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya nabi Muhammad adalah hambanya dan utusannya. Ya allah jadikanlah aku termasuk orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci, dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang shaih”
E. MANDI
A. pengertian mandi wajib

6
            mandi wajib (junub) adalah membasuh seluruh anggota tubuh dari rambut sampai seluruh ujung kaki dengan air mutlak (suci) sambil berniat menghilangkan hadas besar, sebagai mana kita ketahui suci dari hadas besar adalah salah satu syarat sahnya shalat.
            Adapun sebab-sebab yang mewajibkan mandi ialah :
1.      Bersetubuh (bertemunya dua kelamin antara laki-laki dan perempuan
2.      Keluarnya air mani (sperma) karena bermimpi atau karena yang lain
3.      Mati, dan matinya bukan mati syahid
4.      Setelah berhenti dari haids
5.      Setelah berhenti dari nifas (darah yang keluar setelah melahirkan)
6.       Wiladah (setelah melahirkan ).

B. fardhu mandi
1. niat, bersamaan dengan membasuh tubuh
2. meratakan air keseluruh tubuh, yakni dari ujung rambut hingga ujung kaki
3. menghilangkan najis
Lafadz niatnya mandi wajib adalah:
نَوَ يْتُ الْغُسْلَ لِرَ فْعِ الْحَدَ ثِ اْلاَ كْبَرِ فَرْ ضًا لِلهِ تَعَالى               Artinya :
“aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena allah ta’ala”
C  .Sunnat mandi
1.      Membaca basmala pada permulaan mandi
2.      Membasuh segala kotoran dan najisn dari seluruh badan
3.      Berwudlu lebih dulu sebelum mandi
4.      Membasuh seluruh badan sampai tiga kali
5.      Menghadap arah kiblat sewaktu mandi dan mendahulukan bagian yang kanan dari pada yang kiri
6.      Menbaca do’a sebagaimana do’a sesudah berwudhu
D .Mandi sunnat

7
            Pada waktu-waktu tertentu di sunnatkan mandi,yang cara melakukannya seperti mandi junub atau mandi wajib.
1.      Mandi ketika hendak mengerjakan sholat hari raya
2.      Mandi ketika hendak mengerjakan sholat jum’at
3.      Mandi sesudah memandikan jenazah
4.      Mandi ketika hendak umrah atau ihram
5.      Mandi setelah sembuh dari gila
E .larangan-larangan bagi yang sedang junub
            orang yang sedang berjunub,yakni orang yang masih berhadats besar di larang melakukan hal-hal berikut:
1.      Melakukan sholat
2.      Melakukan thawaf
3.      Memegang kitab suci al-qur`an ataupun membacanya
4.      Membaca kitab suci al-qur`a
5.      Berdiam diri di dalam masjid(i`tikaf)
f . larangan-larangan bagi wanita yang sedang haid:
1.      Melakukan sholat
2.      Melakukan thawaf
3.      Memegang kitab suci al-qur`an ataupun membacanya
4.      Membaca kitab sucial-qur`an
5.      Berdiam diri di dalam masjid
6.      Bersenggama dengan suaminya(bersetubuh)
7.      Berpuasa,baik sunnat maupun wajib
8.      Dijatuhi talaq(cerai)
9.      Bersenang-senang menggunakan anggota badan antara perut dan lutut
Ø F. tayammum
    a.Pengertian tayammum
tayammum ialah mengusap muka dengan 2 tangan sampai siku menggunakan debu atau tanah yang suci dengan beberapa persyaratan sebagai pengganti wudlu
    b. syarat-syarat tayammum
1. tidak masuk waktu shalat

8
2. tidak menggunakan air setelah berusaha mencarinya
3. berhalangan menggunakan air, misalnya karena sakit, apabila menggunakan air maka bertambah parah penyakitnya
4. menggunakan debu atau tanah yang suci
     c. fardlu tayammum
            1. niat (dalam hati) ketika hendak bertayammum
                adapun lafadz niat tayammum adalah
نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاستِبَاحَةِ الصَّلاَةِفَرْضًالله تَعَالَ
“NAWAITUT TAYMMUM LI-ISTABAAHATISH SHALAATI FARDLAN LILLAHI TA’ALA”
Artinya :
“aku niat bertayammum untuk dapat mengberjakan shalat fardlu karena allah ta’ala”
2. meletakkan dua belah tapak tangan di atas debu atau pada dinding rumah yang ada  debunya untuk di usapkan ke muka
3. debu yang ada di tangan ditiup dahulu, kemudian mengusap muka dengan debu, dua kali usapan
4. meletakkan kembali kedua belah tapak tangan diatas debu atau tanah untuk diusapkan kedua belah tangan hingga siku 2 kali usapan
5. tertib (berturut-turut)
     Penjelasan:
     Didalam bertayammum arti mengusap bukanlah sebagaimana menggunakan air dalam berwudlu, namun cukup menyapukan saja bukan mengoles-oles sehingga rata seperti menggunakan air
d. sunnat tayammum                                                                      
     1. membaca bsamalah (bismillahir rahmanirrahim rahiim)
     2. mendahulukan anggota yang kanan dari yang kiri
     3. menipiskan debu dengan meniupnya

9
     4. membaca do’a setelah bertayammum
e. yang membatalkan tayammum
     1. melihat air sebelum shalat (kecuali karena sakit)
     2. segala yang membatalkan wudlu
     3. murtad, keluar dari agama islam
         Adapun bertayammum hanya dapat dipakai untuk satu kali shalat fardlu saja, meskipun belum batal tetapi untuk shalat sunnat sekali bertayammum bisa digunakan beberapa kali selagi belum lagi
f. mengusap sepatu
    mengusap dua sepatu adalah sebagai ganti membasuh kedua kaki dalam berwudlu,mengusap dua sepatu (mashul khuffin) adalah salah satu keringanan dalam islam bagi orang dalam perjalanan (musafir)jadi orang yang sedang dalam perjalanan (musafir)memakai sepatu apabila hendak berwudlu maka cukuplah ia mengusap sepatu tidak usah melepas.
Adapun syarat-syarat mengusap dua sepatu ada 4 perkara:
1.      Kedua sepatu di pakai  sesudah sempurna di cuci bersih dan juga terbuat dari bahan yang suci .
2.      Kedua sepatu dapat di pakai berjalan lama.
3.      Kedua sepatu itu menutup kaki yang wajib di basuh,yaitu tumit sampai kaki.
4.      Jangan ada benda najis di dalam kedua sepatu
Hal-hal yang membatalkan menyapu sepatu ialah:
1.      Salah satu dua sepatu itu robek (terbuka)
2.      Bagi yang musafir habis masanya tiga hari tiga malam,dan di bagi yang bermukim habis masanya sehari semalam.
3.      Berhadast besar atau junub.
BAB III HAL-HAL YANG DILAKUKAN SEBELUM SHALAT
Sebelum mengerjkan shalat sunah :
1.      Menyuarakan adzan
2.      Menyuarakan iqamah
3.     

10
Bersiwak
Adzan menurut arti bahasa adalah kata; seruan yang telah ditentukan oleh syara’ untuk memberitahukan akan masuknya waktu menegrjakan shalat fardlu. Adapun iqamah ialah kata-kata sebagai tanda bahwa akan dimulainya mengerjakan shalat



1.    adzan dan iqamah
Untuk shalat fardlu dazan hukumnya adalah sunnat muakkad, baik shalat berjamaah maupun shalat (munfarid) sendirian, adapun unshalat sunnat tidak disunnatkan menyuarakan adzan, namun cukup dengan seruan:

اَلصَّلَا ةُ جَا مِعَةْ
“ASH-SHALAATU JAAMI`AH”
Artinya: “marilah kita bersama-sama mengerjakan shalat berjama`ah”.
Seruan dalam shalat tarawih,misalnya:
اَلَصَّلَا ةُ سُنَّةَ التَّراَ وِيْحِ رَ حِمَكُمُ ا للهُ
Artinya : “Marilah kita kerjakan shalat arawih semoga Allah melimpahkan rahmat kepada kamu sekalian“
2.      Lafadl adzan
اَللهُ اَ كْبَرُاَللهُ اَ كْبَرُ ×ا   
 اَ ثْهَدُاَنْ لّااِلهَ اِلاَّاللهُ  ×ا         
اَ ثْهَدُاَنَّ مُحَمَّدَارَّسُوْلُ اللهُ   ×ا
حَيَّ عَلَى اْ لفَلاَحِ   ×ا
اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ    ×ا
لَااِلهَ اِلاّ اللهُ     ×ا


11
Penjelasan:
1.      Khusus adzan untuk sholat subuh di antara kalimat “hayya alal falaah”dan”Allaahu akbar-allaahu akbar”di tambah kalimat :
اَ لصَّلَا ةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْ مِ  
Artinya:
“sholat itu lebih baik dari pada tidur”
2.      Saat menyerukan adzan sampai pada kalimat Hayya”Alash sholah”di sunnahkan menoleh kekanan dan ketika sampai pada kalimat “Hayya ‘Alal falaah”menoleh ke kiri.
3.      Do’a setelah adzan,setelah muadzian selesai mengumandangkan adzan,maka sangatlah di sunnahkan bagi yang adzan maupun yang mendengarkan membaca do’a sebagai berikut:

اَ للَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ ا لدَّعْوَةِالتَّامَّةِوَالصَّلاَةِاْلقَائِمَةِاَتِ سَيِّدِنَامُحَمَّدنِ
 اْلوَسِيْلَةُوَاْلفَضِيْلَةَوَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَالْعَالِيَةَالرَّفِيْعَةَوَابْعَثُهُ الْمَقَامَ ا لْمَحْمُوْدَالَّذِى وَعَدْ تَهُ اِ نَّكَ لَا تُخْلِفُ اْلمِيْعَادُ

Artinya :
“ya allah tuhan yang memiliki panggilan yang amat sempurna ini,dan memiliki sholat yang didirikan.berilah junjungan kami nabi muhammad wasilah dan keutamaan serta kemuliaan dan derajat yang tinggi dan anggkatlah ia ke tempat  yang terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan.sesungguhnya Engkau ya allah dzat yang tidak akan mengubah janji.

                                                 


12
 

BAB IV                                       
SHALAT
A.     Arti Shalat.
Shalat adalah satu salah sarana komunikasi antara hamba denagn tuhannya, sebagai bentuk ibadah yang didalamnya merupakan amalan yang tersusun dari beberapa perkataan atau perbuatan yang  dimulai dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, serta sesuai denagn syarat dan rukun yang  telah ditenttukan syara’.


1.      Dalil yang mewajibkan shalat.
Banyak sekali dijumpai dalil mengenai wajib shalat baik dalam Al-qur’an maupun hadist  Nabi Muhammad Saw. Antara lain;
Firman Allah Surat Al Ankabut ayat 45:
وَاقِمِ الصَّلاَ ةَ اِنَّ الصَّلاَ ةَ تَنْهىَ عَنِ الْفَحْشَاءِ
Artinya:
“Kerjakanlah shalat sesungguhnya shalat itu bias mencegah dari perbuatan keji(jahat) dan yang mungkar.
1.      Syarat-syarat Shalat.
a.      Beragam Islam.
b.      Suci dari hadas kecil danbesar.
c.       Sudah baligh dan berakal(tidak gila)
d.      Suci dari anggota badan, pakaian serta tempat dari najis.
e.      Menutup aurat
f.        Mengetahui manaa yang sunnah ;mana yang rukun.
g.      Telah tiba waktu shalat
h.       Menghadap kiblat.
Penjelasan:
Aurat bagi laki-laki antara pusat dari lusut sedangkan aurat wanita seluruh anggota badannya kecuali muka dan dua tapak tangan.
2.     

13
Rukun Shalat.
1.      Niat.
2.      Berdiri tegak bagi yang berkuasa atau mampu.
3.      Takbiratul ihram.
4.      Membaca  Surat Al Fatihah pada tiap rakaat.
5.      Ruku’ denga n thuma’ninah.
6.      I’thidal dengan thuma’ninah.
7.      Sujud dua kali dngan thuma’niniah.
8.      Duduk diantara dua sujud dengan thuma’ninah.
9.      Duduk tahiyat akhir dengan thuma’ninah.
10. Membaca do’a tasahud akhir.
11. Memb  aca shalawat Nabi pada tasyahud akhir.
12. Membaca salam yang pertama.
13. Tertib(berurutan mengerjakan) Rukun[-rukun tersebut.
3.      Yang Membatalkan Shalat.
Apabila salah satu Syarat rukuknya tidak dilaksakan atau ditinggalkan dengan sengajaa, maka batallah(tidak sah) shalatnya, diantara yang membatalkan shalat ialah:
a.      Berhadas
b.      Berkata-kata dengan sengaja.
c.       Terbuka auratnyaa.
d.      Terkena najis yang tidak imaafkan.
e.      Makan atau minum walaupun sedikit.
f.        Mengubah niat, misalnya menghentikan shalat.
g.      Tertawa terbahak-bahak
h.      Mendahului imam dua rukun.
i.        Banyak bergerak( berturut-turut 3 kali) ataulebih.
j.        Menambah rukun.
k.      Murtad(keluar dari agama islam)
4.      Sunnah dalam melakukan shalat.
Ada dua macam sunnat di dalam mengerjakaan shalat  yaitu sunnat  Ab’at dan Hai’at.
a.      Yang membaca sunnat Ab’at:
1.      mMembaca tasyahud awal dan duduknya.
2.      Membacaa shalawat pada tasyahud awal.
3.      Membaca shalawat atas keluarganya Nabi Muhammad pada tasyahud akhir.
4.     

14
Membaca Qunut pada shalat subuh, witir pada pertengahan bulan Ramadhan hingga akhir bulan Ramaadhan.
b.      Yang  termasuk sunnat Hai’at:
1.      Membaca do’a iftitah setelah takbiratul ihram.
2.      Membaca amin ketika selesai membaca surat al Fatihah.
3.      Membaca tasbih dalam ruku’ serta sujud.
4.      Duduk iftirasy pada semua duduk.
5.      Membaca do’a tasyahud akhir
6.      Mengucapkan salaam yang kedua, serta menoleh kekanan dan kekiri.
7.      Khusu’ serta wudhu’.
6. Sujud syukur dan Sujud Tilawah
a. Sujud syukur artinya sujud sebagai tanda terimah, pembuktian tanda syukur kepada Allah swt.
Rukun sujud syukur :
1.      Niat
2.      Takbiratul ikhram
3.      Sujud
4.      Memberi salam sesudah duduk.
7. Sujud Tilawah Artinya sujud bacaan,maksud di sunahkan bagi orang yang membaca atau       mendengar ayat Sajdah.
Lafadz bacaan sujud tilawah :
سَخَدَ وَ خْهِى لِلَّذِ ىْ خَلَقَهُ وَصَوَّ رَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَ بِحَوْ لِهِ وَ قُوَّ تِهِ فَتَبَا رَ كَ اللهُ اَحْسَنَ  احْنَا لِقِيْنَ
“Sajada Wajhiya Lilladzii Kholaqohu Wasahwrahu Wasyaqqa Sam’ahu Wabashorohu Bihaulihi Waquwwatihi Fatabaaro Kallahu Ahsabal kholiqin”
Artinya :
“Aku bersujud kepada Allah yang menjadikan dan membentuk diriku Tuhan yang menyebabkan mendengar dan melihat dengan gaya dan kakuatannya, semoga Allah memberikan berkah sebaik-baik bentuk”



15
 

Peragaan sholat
Alhamdulillah, saat waktu luang kali ini saya mengajak untuk belajar bersama tentang Bacaan dan Doa pada setiap Fase dalam Gerakan Shalat.
Berikut ini adalah terjemahan dari Bacaan dan Doanya:
  1. Takbiratul Ihram
    • Allaahu’ Akbar (Allah Maha Besar)
    • Doa Iftitah
      • Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila (Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang)
      • Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin (Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajah-Mu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan dan penyerahan diriku, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik)
      • Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil ‘aalamiin (Sesungguhnya shalatku dan ibadah qurbanku, hidupku dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam)
      • Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin (Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepada-Mu)
    • Surah Al-Fatihah (tentunya sangat jelas arti dan maknanya)
    • Surah lainnya dalam Al-Quran.
  2. Ruku’
    • Allaahu’ Akbar (Allah Maha Besar)

    • 16
      Subhaana, rabbiyal, ‘adzhiimi (Maha Suci, Tuhanku Yang Maha Agung) minimal di ulangi 3 kali dan dibolehkan untuk melebihkannya.
  3. I’tidal
    • Sami’allaahu, li, man, hamidahu (Mudah-mudahan Allah mendengar, kepada sesiapa yang memuji-Nya)
    • Rabbanaa, lakal, hamdu (Yaa Tuhan kami, bagi- Mu segala Puji)
    • Wa mil assamaawaati, wa mil al ardhi, wa mil a maa shikta, min shai in, ba’du (Sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu dan sesudahnya)
  4. Sujud
    • Allaahu’ Akbar (Allah Maha Besar)
    • Subhaana, rabbiyal, a’laa, wa, bihamdihi (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Luhur, dan aku memuji-Nya) minimal di ulangi 3 kali dan dibolehkan untuk melebihkannya.
  5. Duduk antara 2 Sujud
    • Allaahu’ Akbar (Allah Maha Besar)
    • Allaahummaghfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii (Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rejeki kepadaku)
  6. Duduk Tasyahud Awal
    • Allaahu’ Akbar (Allah Maha Besar)
    • Attahiyyaatul mubaarakaatus shalawaatut thayyibaatulillaah (Segala ucapan selamat adalah bagi Allah, dan kebahagiaan serta kebaikan)
    • Assalaamu’ alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi, dan beserta Rahmat Allah, dan berkat-Nya)
    • Assalaamu ‘alayna wa ‘alaa ‘ibaadillaahis shaalihiin (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang soleh)

    • 17
      Asyhadu allaa ilaaha illallaah (Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan kecuali Allah)
    • Wa asyhadu annaa muhammadar rasuulullaah (Dan aku bersaksi, bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya, dan Rasul-Nya)
  7. Duduk Tasyahud Akhir
    • Allaahu’ Akbar (Allah Maha Besar)
    • mengulang kembali bacaan dari Duduk Tasyahud Awal lalu diteruskan dengan,
    • Allaahumma, shalli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa, aali muhammad (Ya Allah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad)
    • Kamaa, shallayta, ‘alaa ibrahiim, wa ‘alaa, aali ibraahiim (Sebagaimana telah Engkau berikan kebahagiaan kepada Ibrahim, dan kepada keluarga Ibrahim)
    • Allaahumma, baarik, ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad (Ya Allah, berikanlah berkah kepada Muhammad, dan kepada keluarga Muhammad)
    • Kamaa, baarakta, ‘ala ibraahiim, wa ‘alaa, aali ibraahiiim (Sebagaimana Engkau telah memberikan berkah kepada Ibrahim, dan kepada keluarga Ibrahim)
    • Fil ‘aalamiina Innaka, hamiidummajiid (Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia)
  8. Doa dalam Ucapan Salam
    • Assalaamu’ alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh (Salam sejahtera untukmu, Rahmat Allah dan berkat-Nya)
BAB V
SHALAT JENAZAH (FARDU KIFAYAH).
Syarat-syaratnya :

a. Jenazah sudah dimandikan dan dikafani
b. Letak jenazah sebelah kiblat didepan yang menshalati.
c. Suci dari hadas dan najis baik badan, pakaian dan tempat.

Rukun dan cara mengerjakannya.
Shalat jenazah tanpa ruku dan sujud juga tanpa iqamah.

18
a. Niat
Lafal niat untuk jenazah laki-laki sebagai berikut :
“Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbiraatin fardlal kifaayati (ma’mumam/imamam) lillahi ta’alaa.”
Artinya : “saya niat shalat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah”
Lafal niat untuk jenazah perempuan sebagai berikut :
“Ushalli ‘alaa haadzihil mayyiti arba’a takbiraatin fardlal kifaayati (ma’mumam/imamam) lillahi ta’alaa.”
Artinya : “saya niat shalat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah”
b. Setelah niat, dilanjutkan takbiratul ihram : Allahu Akbar , setelah itu membaca surat Fatihah, kemudian disambung dengan takbiratul ihram kedua : Allahu Akbar.
c. Setelah takbir kedua membaca shalawat atas nabi Muhammad saw. Minimal:
“Allahumma Shalli ‘alaa Muhammadin” artinya : “Yaa Allah berilah salawat atas nabi Muhammad”
d. Kemudian takbir ketiga disambung dengan do’a minimal sebagai berikut :
“Allahhummaghfir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu”
Artinya : “Yaa Allah ampunilah dia, berilah rahmat, kesejahteraan dan ma’afkanlah dia”
Apabila jenazah yang dishalati itu perempuan, maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahaa. Jika mayatnya banyak maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahum.
e. Setelah itu takbir ke empat, disambung dengan do’a minimal :
“Allahumma la tahrimnaa ajrahu walaa taftinna ba’dahu waghfirlanaa walahu.”
Artinya : “Yaa Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepadanya atau janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.”
f. Salam
·       

19
SHALAT GHAIB (FARDU KIFAYAH).
Yaitu shalat jenazah tetapi tidak dihadapan jenazah (jenazahnya berada ditempat lain atau sudah dimakamkan). Niatnya :
“Ushalli ‘alaa mayyiti (Fulanin) al ghaaibi arba’a takbiraatin fardlal kifaayati lillahi ta’alaa”
Artinya : “aku niat shalat gaib atas mayat (fulanin) empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah”
Fulanin diganti dengan nama mayat yang dishalati.
Syarat, rukun dan tatacara shalat ghaib sama dengan shalat jenazah

BAB VI

SHALAT RAWATIB
Adalah shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu.
JUMLAH SHALAT SUNNAH RAWATIB 
Hadits Ummu Habibah menjelaskan bahwa jumlah shalat sunnah rawatib ada 12 rakaat dan penjelasan hadits 12 rakaat ini diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan An-Nasa’i, dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada shalat sunnah rawatib, maka Allah SWT akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum dzuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah ‘isya, dan dua rakaat sebelum subuh”. (HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa’i no. 1794)

SURAT YANG DIBACA PADA SHALAT SUNNAH RAWATIB 
Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada shalat sunnah sebelum subuh membaca surah Al Kaafirun (قل يا أيها الكافرون) dan surah Al Ikhlas (قل هو الله أحد).” (HR. Muslim no. 726)

Dan dari Sa’id bin Yasar, bahwasannya Ibnu Abbas mengkhabarkan kepadanya: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada shalat sunnah sebelum shubuh dirakaat pertamanya membaca: (قولوا آمنا بالله وما أنزل إلينا) (QS. Al-Baqarah: 136), dan dirakaat keduanya membaca: (آمنا بالله واشهد بأنا مسلمون) (QS. Ali Imron: 52). (HR. Muslim no. 727)

20
Dari Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anha, dia berkata: Saya sering mendengar Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau membaca surah pada shalat sunnah sesudah maghrib:” surah Al Kafirun (قل يا أيها الكافرون) dan surah Al Ikhlas (قل هو الله أحد). (HR. At-Tarmidzi no. 431, berkata Al-Albani: derajat hadits ini hasan shohih, Ibnu Majah no. 1166)
Dan Sholat Rawatib ada 2 macam :
a.      Qabliyah, adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat wajib. Waktunya : 2 rakaat sebelum shalat subuh, 4 rakaat sebelum shalat Dzuhur.
 Niatnya:
‘Ushalli sunnatadh Dzuhri*  rak’ataini Qabliyyatan lillahi Ta’aalaa’ Artinya: ‘aku niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat karena Allah’
      
b.   Ba’diyyah, adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan setelah shalat fardhu. Waktunya : 2  sesudah shalat Dzuhur, 2 rakaat sesudah shalat Magrib dan 2 rakaat sesudah shalat Isya. Niatnya :
‘Ushalli sunnatadh Dzuhri*  rak’ataini Ba’diyyatan lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah sesudah  dzuhur dua rakaat karena Allah’
Adapun shalat sunnah sebelum shubuh ini merupakan yang paling utama di antara shalat sunnah rawatib dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya baik ketika mukim (tidak berpegian) maupun dalam keadaan safar.
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang shalat sunnah rawatib sebelum (qobliyah) shubuh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya”. Dalam riwayat yang lain, “Dua raka’at sebelum shubuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya” (HR. Muslim no. 725)
SHALAT DHUHA
Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhur. Jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka’at sekali salam.

21

Niatnya :
‘Ushalli sunnatal Dhuha rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah’
Doa Sholat Dhuha
Doa sesudah sholat dhuha

Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadikash shalihin.
Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.
SHALAT TAHIYATUL MASJID
yaitu shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika memasuki masjid, sebelum duduk untuk menghormati masjid. Rasulullah bersabda

22
‘Apabila seseorang diantara kamu masuk masjid, maka janganlah hendak duduk sebelum shalat dua rakaat lebih dahulu’ (H.R. Bukhari dan Muslim). Niatnya :
 ‘Ushalli sunnatal Tahiyatul Masjidi  rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah’ 

SHALAT TAHAJUD
adalah shalat sunnah pada waktu malam. Sebaiknya lewat tengah malam. Dan setelah tidur. Minimal 2 rakaat maksimal sebatas kemampuan kita. Keutamaan shalat ini, diterangkan dalam Al-Qur’an. ‘Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji’(Q.S. Al Isra : 79 ).
Niatnya :
‘Ushalli sunnatal tahajjudi  rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah tahajjud dua rakaat karena Allah’
SHALAT ISTIKHARAH
adalah shalat sunnah dua rakaat untuk meminta petunjuk yang baik, apabila kita menghadapi dua pilihan, atau ragu dalam mengambil keputusan. Sebaiknya dikerjakan pada 2/3 malam terakhir.
Niatnya :
‘Ushalli sunnatal Istikharah  rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah Istikharah dua rakaat karena Allah’
SHALAT MUTLAQ
adalah shalat sunnah tanpa sebab dan tidak ditentukan waktunya, juga tidak dibatasi jumlah rakaatnya. ‘Shalat itu suatu perkara yang baik, banyak atau sedikit’ (Al Hadis).
Niatnya :

23
‘Ushalli sunnatal rak’ataini lillahi Ta’aalaa’ Artinya : ‘aku niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah’
            Adapun waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan sholat sunnah adalah :
1.      Waktu matahari sedang terbit hingga naik satu tombak.
2.      Ketika matahari tepat dipuncak ketinggiannya hingga tergelincirnya. Kecuali pada hari Jumat ketika orang masuk masjid untuk mengerjakan shalat tahiyyatul-masjid.
3.      Sesudah shalat azhar smpai terbenam matahari.
4.      Sesudah shalat subuh hingga terbit matahari agak tinggi.
5.      Ketika Matahari sedang terbenam sampai sempurna terbenamnya.
Shalat Sunnah Hajat
Shala sunnah hajat adalah shlat yang dilakukan karena mempunyai hajat supaya di kabulkan hajatnya oleh Allah Swt.
Shalay sunnah hajat ini dilakukan sedikitnya 2 rakaat.
Lafadz niatnya
اُصَلّى سُنَّةِ احَا جَةِ رَ كْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى .اَللهُ اَكْبَرُ
“Ushallii sunnatan haajati rak’atini lillaahi ta’aalaa allahuakbar”
Artinya :

“Aku niat shalat hajat 2 rakaat karena Alla ta’ala”
Selesai mengerjakan shalat sunnah hajat,lalu duduk dengan khusyu’nya sambil membaca istighfar sebanyak 100 kali.
اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ
Artinya:
“Aku memohon ampunan kepada allah yang maha besar dan agung”.

24
            Selesai membaca istighfar di teruskan membaca sholawat atas Nabi Muhammad saw sebanyak 100 kali.
اَللَّهُمَّ صَلّ عَلى سَيّدِ ناَ مُحَمّدِ صَلاَةَالرّضاوَارْضَ عَنْ اَصْحَابِهٍ الرّضَاالرّضَا
Artinya:
“Ya allah,beri karunia kesejahteraan atas junjungan kami Muhammad,kesejahteraan yang di ridhai dan di ridhailah daripada sahabat-sahabatnya”.
Setelah itu membaca do’a sebagai berikut:
لآاِلهَ اِ لَااللهُ الحْكَيْمُ الُكَرِ يْمُ سُبْحَا انَ اللهِ رَ بِّ اْلعزْ شِ العْظِيْمِ. الحْمَدْ لِلهِ رَبِّ العْالَمِيْنَ اَسِكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وعَزِاَئِمَ مَغْقِرَتِكَ وَالْغَنِيْمَةِمِنْ كُلّ بِرٍّوَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّااِثْمٍ لَاتَدَعْ لْىِ ذَنْبًااِلَّاغَفَرْتَهُ وَلَاهَمًّااِلَّافَرَّجْتضهُ وَلَاحَاجَةًاِلَّاهِىَ لَكَ رضًااِلَّاقَضَيْتَهَايَآاَرْحَمَ لرَّاحِمِيْنَ.
Artinya : “Tidak ada tuhan yang patut di sembah melainkan allah yang maha bijaksana lagi maha mulia, Maha suci allah tuhan pemelihara ‘Arasy yang maha agung, segala puji allah tuhan seru sekalian alam, kepada-mulah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap kebaikan, janganlah engkau biarkan dosa dari pada diriku, melainkan engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan melainkan engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-mu melainkan engkau kabulkan, wahai tuhan yang paling pengasih dan penyayang”.

25

Shalat hajat ini hendaknya dilakukan sampai 7 malam sehingga dengn demikian insya allah akan di kabulkan hajatnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar